Tampilkan postingan dengan label Indonesia News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesia News. Tampilkan semua postingan

21 Mei 2009

Rim Research in Motion

http://www.blackberrycool.com/wp-content/uploads/2009/03/rim-bb-logo.jpg

SAP AG dan Research In Motion (RIM) menyediakan solusi terintegrasi yang memberikan pelanggan kemudahan untuk mengakses aplikasi SAP Customer Relationship Management (SAP CRM) pada smartphone BlackBerry, kapan saja dan dimana saja pengguna berada.


BlackBerry Sales Client baru untuk SAP CRM, yang meraih penghargaan Pinnacle Award untuk kategori Inovasi pada ajang SAPPHIRE 2009, sekarang telah tersedia dari RIM, memberikan kemudahan para sales representative dalam mengakses segala informasi mengenai pelanggan yang tersimpan dalam aplikasi SAP CRM dengan aman secara real-time. Solusi baru ini telah dipamerkan oleh SAP dan RIM di SAPPHIRE.


Tuntutan mobilitas menjadikan penggunaan smartphone saat ini sudah tidak dapat ditawar-tawar lagi menjadi satu keharusan di dalam perusahaan menjalankan bisnisnya. SAP dan RIM bekerjasama untuk memenuhi kebutuhan kalangan bisnis melalui solusi yang terintegrasi untuk mengakses SAP CRM dengan keamanan yang terjamin. Solusi yang terintegrasi tersebut menawarkan keunggulan bagi organisasi yang ingin meningkatkan produktifitas karyawan dan kualitas layanan sekaligus memberikan kemudahan kepada karyawan yang sedang berada di luar kantor untuk mengakses informasi-informasi mengenai pelanggan yang sangat penting. Solusi yang

terintegrasi tersebut juga dilengkapi dengan dukungan keamanan, kemampuan pengelolaan serta efisiensi yang menjadi keunggulan dari BlackBerry Enterprise Solution, dan inovasi-inovasi penting untuk mobile CRM, seperti:

1. Akses Informasi terbaru secara instan - Pengguna dengan mudah dapat mengakses informasi terbaru mengenai pelanggan melalui smartphone BlackBerry, termasuk contacts, sales leads dan logged activities cukup dengan sekali 'klik' saja. Pengalaman menggunaka

n mobile CRM secara mudah ini dimungkinkan dengan integrasi yang kuat antara aplikasi SAP CRM, BlackBerry Sales Client untuk SAP CRM, dan aplikasi smartphone BlackBerry.

2. Notifikasi Berbasis Push - Solusi baru tersebut memungkinkan seluruh informasi terbaru mengenai pelanggan yang terdapat dalam sistem SAP CRM dikirimkan secara otomatis dan cepat ke pengguna, demikian juga sebaliknya ke inbox smartphone BlackBerry yang digun

akan sales representative sehingga mereka juga dapat dengan segera mengetahui hasil kerja anggota tim penjualannya cukup dengan sekali ?klik? saja.

3. Akses Data CRM Setiap Saat Dari Mana Saja - Pengguna dapat mengandalkan smartphone BlackBerry-nya untuk berkomunikasi dengan orang lain maupun informasi penting saat berada diluar kantor. S

olusi yang baru tersebut memungkinkan informasi mengenai contacts dan account dapat diakses dengan mudah dengan smartphone Blackberry, dan sistem local cache memungkinkan akses informasi-informasi tertentu bahkan saat pengguna berada di tempat yang tidak dapat dijangkau jaringan operator selular yang digunakannya.


4. Sistem Keamanan Terkemuka di Industri - SAP menciptakan keamanan aplikasi enterprise yang digabungkan dengan sistem keamanan nirkabel yang dimiliki BlackBerry Enterprise Solution seh

ingga memberikan enkripsi yang lengkap untuk melindungi informasi-informasi rahasia mengenai pelanggan yang tersimpan di smartphone BlackBerry, dalam proses pengiriman, maupun yang tersimpan pada aplikasi CRM SAP. IT administrator dapat juga secara aman mengimplementasikan BlackBerry Sales Client untuk CRM SAP kepada pengguna secara over-the-air.

http://images.businessweek.com/ss/09/04/0409_most_innovative_cos/image/43_rim.jpg


"Integrasi CRM SAP dengan smartphone BlackBerry memberikan kemudahan dan kecepatan akses informasi mengenai pelanggan secara mobile," kata Bob Stutz, corporate officer and member of the executive council, SAP.

"SAP dan RIM menciptakan standar baru untuk mobile CRM dengan kemudahan dan keamanannya yang sangat dibutuhkan para penggunanya. Solusi baru yang sangat inovatif ini memperluas nilai informasi mengenai pelanggan yang tersimpan dalam CRM SAP ke smartphone BlackBerry dengan memanfaatkan keunggulan utama yang dimiliki platform BlackBerry yang meliputi kehandalan, teknologi push secara real- time, integrasi aplikasi yang kuat, dan sistem keamanan terkemuka di industri. Secara bersama-sama kami menghadirkan mobilitas terbaik� bagi enterprise," kata Jim Balsillie, Co-CEO, Research In Motion.

19 Mei 2009

Dell Masih Bergairah di Pasar Notebook Indonesia


JAKARTA - Meski kepopuleran netbook sedang mewabah di industri PC tanah air, tidak membuat Dell Indonesia gegabah untuk jor-joran menjual netbook. Menilik dari penjualan total tahun lalu, yang mana notebook Dell lebih mendominasi, ketimbang netbook, apalagi desktop. Terlebih, notebook menyumbang lebih dari setengah total penjualan. "Notebook memberikan kontribusi hingga 60 persen sedangkan netbook hanya 30 persen. Sisanya, desktop yang menjual 10 persen," urai Willy Hendarjo Marketing Manager Customer Bussines Dell Indonesia, pada konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (19/5/2009). Untuk itulah, Willy mengatakan kalau Dell lebih fokus pada penjualan notebook. Bahkan selama 2009 Dell akan menyiapkan 5 senjata baru untuk notebook. Sedangkan untuk urusan netbook, Dell cukup puas dengan 3 netbook saja. "Alasan kita fokus di notebook karena harga netbook dan notebook juga tidak jauh berbeda," tegasnya. Ditambakan juga, Dell saat ini sedang berjuang di industri PC karena selama ini, Dell hanya menyumbang 4 persen dari total keseluruhan pengapalan PC di Indonesia.

Dikutip dari : www.okezone.com

27 April 2009

Latimeria Manadoensis (Coelacanth)


Coelacanth di Sulawesi yang dilihat pertama kali oleh Mark V. Erdmann dari University of California di Berkeley, AS dan istrinya Arnaz Mehta pada 1997 dalam keadaan mati dan dijual pada sebuah pasar tradisional di Manado, Sulawesi Utara..

Baru pada 30 Juli 1998, Erdmann berhasil memperoleh seekor ikan sepanjang sekitar 1,5 meter dan seberat 45 kilogram yang ditangkap jaring nelayan di sekitar Pulau Manado Tua, Selawesi Utara. Ikan yang sempat hidup selama sekitar tiga jam berhasil didokumentasikan dan diamankan sebelum dikirim ke laboratorium LIPI dan sekarang disimpan di Gedung Zoologi, Pusat Penelitan Biologi LIPI Cibinong, Kabupaten Bogor.

Dua ekor Coelacanth lainnya berhasil terekam di kedalaman 145 meter dasar laut Sulawesi pada tahun 1999 selama ekspedisi yang dilakukan para peneliti dari Max Planc Institute menggunakan kapal Baruna Jaya VIII. Meskipun hanya rekaman video, temuan-temuan selanjutnya tetap menggemparkan dunia.

Tubuh Coelacanth bersisik tajam. Ikan berwarna gelap dan memiliki sirip empat seperti kaki ini tidak membiarkan telurnya menetas di luar tubuh seperti ikan lazimnya. Telur yang telah dibuahi akan ditelan dan anak-anaknya baru dikeluarkan setelah telur menetas.

Coelacanth Ikan purba yang masih hidup sampai sekarang
Penemuan ini menjadi menarik sebab spesies ikan ini tidak mengalami perubahan anatomi tubuh selama jutaan tahun. Fosil Coelacanth termuda berusia 70 juta tahun dan yang tertua 360 juta tahun. Ikan tersebut sebelumnya diduga telah punah sebelum ditemukan kembali di pantai timur Afrika pada 1939.

Pada penelitian berikutnya, ikan yang diberi nama Latimeria chalumnae Smith juga ditemukan di sekitar Kepulauan Komoro di Samudera Hindia, Mozambik, dan Madagaskar. Populasi Coelacanth juga ditemukan di Pantai Sodwana pada November 2000.

"Sedangkan Coelacanth yang ditemukan di Indonesia memiliki sifat genetika yang berbeda dengan Coelacanth yang ditemukan di Afrika. Selain itu, hasil analisis DNA menunjukkan bahwa ikan yang hidup di Indonesia lebih tua dari ikan di Afrika," kata salah satu peneliti, Dr. M. Kasim Moosa, Pakar Biologi Laut dari LIPI
Para peneliti yang menemukannya mengusulkan nama Latimeria manadoensis untuk membedakannya. Menurut Kasim, Coelacanth kemungkinan sebagai cikal bakal makhluk berkaki empat yang hidup di darat. Coelacanth memiliki hubungan evolusi yang erat dengan ikan pertama yang hidup di pantai sebelum hidup di darat sekitar 360 juta tahun lalu.

Kasim juga menerangkan bahwa asal mula ikan yang di Afrika mungkin berasal dari Indonesia dan ada kemungkinan ikan-ikan tersebut hidup selain di Sulawesi, misalnya Filipina atau wilayah lainnya


Fakta menyedihkan Coelacanth Sulawesi Utara sebelum WOC
Ikan purba coelacanth (Latimeria manadoensis) yang hidup di sekitar perairan Sulawesi diperkirakan diburu para nelayan untuk diperdagangkan. Ikan yang dilindungi tersebut, sebagian ada yang diserahkan ke Pemerintah Sulawesi Utara dengan meminta imbalan uang jutaan rupiah.
Kepala Dinas Perikanan Sulawesi Utara Xandramaya Lalu di Manado
mengatakan, beberapa nelayan yang menyerahkan ikan purba hasil tangkapan mereka meminta imbalan sampai Rp 10 juta per ekor.

Pengamat ikan purba, Anthony Malinsang, mengatakan, ikan purba hidup pada kedalaman laut 150 meter hingga 1.000 meter. Berdasarkan data penelitian dengan menggunakan Remotely Operated Vehicle (ROV), dalam 3 tahun terakhir, terekam sebanyak tujuh ekor ikan coelacanth di perairan Sulawesi.

Ikan purba itu menjadi maskot pelaksanaan World Ocean Conference (WOC) pada tanggal 11-15 Mei 2009 di Manado. Coelacanth yang ditemukan rata-rata berbobot sekitar 10 kilogram, tebal 20 sentimeter, panjang 98 cm, dan lebar bagian belakang 21 cm.

Coelacanth diperkirakan muncul di bumi pertama kali sekitar 360 juta tahun pada zaman Paleozoikum, atau tepatnya 100 juta tahun sebelum lahirnya dinosaurus.
Coelacanth pertama kali ditemukan di perairan East London, Afrika Selatan, pada tahun 1938. Berdasarkan penemuan ini, coelacanth kemudian disebut sebagai fosil hidup dan diberi nama ilmiah Latimeria chalumnae serta dinyatakan sebagai penemuan zoologi terbesar di abad ke-20.

Coelacanth juga ternyata ditemukan di sekitar perairan Sulawesi. ”Namun, perlindungan terhadap ikan purba ini sangat lemah. Mestinya ada peraturan daerah yang melarang penangkapan dan perdagangan ikan langka ini,” kata Anthony Malinsang.

12 April 2009

Woc 2009 - Manado 11 - 15 May 2009


WOC adalah pertemuan kelautan dunia yang akan dihadiri oleh sekitar 120 negara. Dalam konferensi kelautan berskala dunia ini, akan dibicarakan mengenai bagaimana laut berperan dalam mengatasi persoalan perubahan iklim. WOC memiliki beberapa target momentum khusus yang ingin dicapai.
Selain menuntaskan perencanaan CTI (Coral Triangle Initiatif), juga diharapkan mampu bersepakat terkait MOD (Manado Ocean Declaration).

CTI, atau Coral Triangle Initiative, Wilayah CT (Coral Triangle) merupakan kawasan berbentuk segitiga kaya sumber daya alam seluas 75.000 km2 melintasi enam negara atau disebut CT-6: Malaysia, Indonesia, Filipina, Kepulauan Solomon, Timor Leste, dan Papua Nugini. Kawasan ini diyakini mengandung lebih dari 600 spesies terumbu karang atau 53% dari terumbu karang dunia, 3.000 spesies ikan, yang dipagari hutan mangrove terluas di dunia; dan tempat pemijahan tuna terbesar di dunia. Diperkirakan, perputaran ekonomi kawasan ini menghasilkan keuntungan senilai US$ 2,3 miliar per tahun.
Banyak harapan bagi kemajuan daerah kita jika World Ocean Conference (WOC) 11-15 Mei 2009 terlaksana dengan baik di Manado. Setidaknya, multiplayer efect setelah hajatan internasional ratusan negara -negara yang memiliki laut bersidang bisa berdampak positif bagi perkembangan daerah kita secara keseluruhan.Demikian, sejumlah pengamat menilai setelah presiden SBY menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) WOC..

”Dengan terbitnya Keputusan Presiden, WOC semakin memperkuat posisi daerah kita di mata nasional dan internasional. Tentunya, setelah itu, banyak manfaat bagi kemajuan Sulut. Saya yakin, setelah acara berskala internasional itu dilaksanakan, daerah kita pasti booming,”kata pengamat politik dan pemerintahan daerah Drs Paulus Sembel. Ir Jufry Suak politisi muda dan Ir James S Soleiman pengusaha muda menambahkan, terbitnya Keppres WOC ini patut disyukuri, karena perjuangan membawa Bumi Nyiur Melambai bangkit dari keterpurukan mulai nampak. Tentunya kata keduanya, harus dibarengi dengan perbaikan sejumlah infrastruktur penunjang WOC seperti jembatan Soekarno, jembatan Megawati, jalan lingkar (ring-road) Manado, jalan menuju Bandara Samratulangi berikut renovasi bandara, serta lokasi-lokasi pariwisata.

“Jangan hanya terpaku pada Bunaken, tapi semua potensi wisata harus dikembangkan seperti air berwarna di danau Linow Lahendong. Sebab di Indonesia mungkin saja hanya dua danau seperti ini, yakni danau Kalimutu dan Linow. Ini potensi yang belum dioptimalkan,”terang Suak dan Soleiman. Sekertaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulut Drs Robby Mamuaja dalam kesempatan terpisah menambahkan, perbaikan sejumlah infrastruktur penunjang WOC sudah harus menjadi prioritas. Apalagi terangnya, terbitnya Keppres WOC ini dengan sendirinya banyak dana pusat akan dikucurkan. Sebab, panitianya melibatkan sejumlah menteri negara dan diback -up oleh Kabinet Indonesia Bersatu.

“Selain ditunjang dana pusat, tentunya daerah juga akan menganggarkannya sebagian dalam APBD, ini termasuk kabupaten dan kota se Sulut. Jadi semua infrastruktur penunjang diperbaiki. Yang pasti kita akan tampil sebaik mungkin karena ini membawa nama baik Indonesia dan khususnya Sulut,”katanya.

Diharapkannya, ada 3 hal yang perlu dilakukan sebagai wujud supporting masyarakat dalam iven internasional ini, yakni; jagalah keamanan dan ketertiban, kemudian berilah keramah-tamahan terhadap tamu, serta perhatikan kebersihan daerah kita. Bagaimana mungkin WOC sedang digelar di Manado sementara di Motoling ada orang baku potong. Ini menjadi citra yang baruk bagi Sulut sehingga jangan harap mereka akan kembali lagi dalam kunjungan wisata,” Gubernur Sarundajang pada setiap kesempatan.

Inisiatif Pemerintah Indonesia menyelenggarakan WOC (World Ocean Conference) dan CTI (Coral Triangle Initiative) pada tanggal 11-15 Mei di Manado, Sulawesi Utara, amat terkesan melindungi kepentingan negara-negara dan lembaga donor. Persoalan pokok lautan yang menjadi muara sedimentasi dan limbah industri, ‘surga’ bagi pencurian ikan oleh kapal-kapal asing, meluasnya degradasi ekosistem pesisir akibat industrialisasi pertambakan udang dan reklamasi pantai, serta dampak perubahan iklim yang kian terasa, terpinggir oleh hasrat ekonomis sesaat. Inilah awal keraguan WOC dan CTI mampu menyelesaikan substansi persoalan kelautan dunia.

Dalam 15 tahun terakhir, setidaknya 10 negara menjadi aktor utama praktek kejahatan perikanan di perairan Indonesia. Maraknya kejahatan perikanan ini akan berdampak pada ketidakberlanjutan sumber daya ikan.
Bahkan, bisa berujung pada krisis.

Di samping itu, perairan Indonesia juga menjadi ‘ladang subur’ bagi pembuangan limbah beracun industri tambang, minyak, dan gas. Dari Freeport dan Newmont, dua korporasi tambang emas raksasa Amerika Serikat, diketahui bahwa setiap harinya dibuang 340 ribu ton tailing.
Demikian pula dengan limbah pengeboran dan pengangkutan minyak bumi ilegal. Di perairan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta, ditemukan hampir tiap tahun tumpahan minyak mentah (tarball).

Hal penting yang patut digarisbawahi, bahwa meluasnya degradasi ekosistem pesisir diakibatkan oleh industrialisasi pertambakan udang dan reklamasi pantai. Di balik itu, peran lembaga finansial global, seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB), inilah yang turut mendorong percepatan kerusakan ekosistem pesisir. Bentuk peran mereka adalah mendukung pelbagai upaya intensifikasi pertambakan pada era 1980-an.

Secara bertahap, hutan mangrove di Pulau Sulawesi dan Jawa telah dikonversi untuk pertambakan dan mengalami kerusakan teramat parah. Dari sekitar 4,2 juta hektar tambak pada tahun 1982, kini tak kurang dari 1,9 juta hektar dalam 3 tahun terakhir. Apalagi, sekitar 50% produksi udang Indonesia justru dimonopoli oleh satu korporasi trans-nasional, yakni Charoen Phokpand.


Pun demikian dengan reklamasi pantai yang dilakukan untuk membangun kawasan perniagaan dan permukiman mewah. Dari 4 proyek reklamasi pantai yang dilakukan, lebih dari 5 ribu ha ekosistem pesisir baik hutan mangrove, lamun, maupun terumbu karang terancam keberadaannya. Kini, lebih dari 10 proyek reklamasi pantai dilakukan secara masif di seluruh Indonesia. Ekosistem pesisir pun kian terancam dan teridentifikasi mengalami risiko kebencanaan.

Pada perkembangannya, sekitar 147 juta masyarakat pesisir, termasuk di antaranya 20 juta nelayan Indonesia hidup akrab dengan bencana dalam keseharian. Jutaan nelayan harus tergusur dari tempat hidupnya akibat perluasan kegiatan reklamasi dan industri, pencemaran laut, hingga proyek-proyek konservasi yang terbukti anti rakyat. Dalam hal keselamatan di laut, sepanjang Desember 2008-Maret 2009 saja, sedikitnya
43 orang meninggal dunia dan 386 orang dinyatakan hilang akibat gelombang laut yang kian sulit diperhitungkan.

Penyelenggaraan WOC, yang agenda utamanya adalah CTI dan Manado Ocean Declaration (MOD), diragukan akan mampu menjawab permasalahan di atas.
Agenda itu tak menagih tanggung jawab negara-negara dan lembaga-lembaga finansial yang terlibat dalam aktivitas memporak-porandakan laut Indonesia. Dapat dipastikan, upaya mengoptimalkan peran laut dalam menangani masalah perubahan iklim, yang menjadi tema utama WOC mustahil dapat terwujud.

Keterlibatan Amerika Serikat, Australia, Bank Pembangunan Asia (ADB), dan Bank Dunia, dalam inisiatif ini lebih cenderung bertujuan mengamankan kepentingan mereka untuk terus mencemari laut Indonesia, menguras sumber daya laut dan perikanannya, hingga meminggirkan masyarakat pesisir dan nelayan. Padahal, dana sebesar Rp44 miliar yang diambil dari APBN dan APBN Sulawesi Utara sudah digunakan untuk membiayai pelbagai persiapan jelang WOC. Di sela-sela itu, janji-janji palsu negara-negara dan lembaga donor belum terealisasi hingga kini.

Pemerintah harus menghentikan model diplomasi yang berisiko merugikan negara seperti ini. Olehnya, KIARA, WALHI, JATAM, Institut Hijau Indonesia, COMMIT, dan KAU menuntut:

Pertama, Pemerintah harus segera menyiapkan langkah-langkah diplomasi yang cerdas. Upaya ini diperlukan untuk menuntut dihentikannya praktek kejahatan perikanan di perairan Indonesia, khususnya Thailand, Filipina, Taiwan, Korea, Panama, Cina, Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan Myanmar.
Selain itu, Indonesia juga patut menyuarakan pentingnya penerapan kebijakan anti IUU Fishing secara regional.

Kedua, semestinya, bersama negara-negara anggota CTI, Indonesia segera memulai pembicaraan dan negosiasi guna mengurangi produksi bahan tambang, sekaligus bersama-sama mendesak negara-negara asal industri tambang maupun negara-negara tujuan ekspor tambang, seperti Amerika Serikat dan Australia, agar segera mempraktekkan iktikad pertanggungjawaban untuk memulihkan kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup di kawasan CT-6.

Ketiga, Pemerintah Indonesia dan negara-negara anggota CTI harus mendorong proses perundingan yang lebih adil berbasis penyelesaian akar masalah kelautan dan perubahan iklim, dengan segera keluar dari skema bisnis green washing Amerika Serikat dan Australia, dengan mendorong kedua negara tersebut untuk menurunkan emisi domestik secara signifikan sebesar 40% sebelum tahun 2020.

Keempat, Pemerintah Indonesia dan negara-negara anggota CTI harus menerapkan kebijakan domestik yang memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak-hak nelayan tradisional dan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.

Kelima, Pemerintah diminta untuk tidak menggunakan dana utang luar negeri untuk membiayai program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, termasuk dalam rangkaian proyek CTI.

22 Maret 2009

Notebook Stylish tahun 2009

Dell Inspiron 1525
Notebook yang stylish dengan spec tinggi,harga terjangkau en Design Covernya yg bermotif. Dell merupakan product dari US atau Buatan anak buahnya OBAMA.
Produk ini dijual dengan harga $949Us atau klo rupiah jadi sekitar rp11.300.000.
Di Indonesia aja sekarang sudah banyak yang menggunakan Notebook ini karena sesuai dengan orang2 yang berjiwa sporty and stylish.Notebook yang memiliki layar selebar 15inch ini dilengkapi dengan Intel Centrino Processor dengan technology core 2 duo processor T5750 dgn speed 2.0Ghz. Kalau speed 2.0Ghz biasanya udah cepet udah gitu masih ditambah memory DDR2 sebesar 2GB yang udah jelas klo nih LAPTOP yg cepet tanpa ada gangguan slow running. Terus masih punya 160GB Hard Drive. Notebook ini udah dilengkapi windows Vista Home Basic. Jadi kita nga perlu repot2 nyari2 OS lagi apalagi sampai BAJAKAN. mampus deh klo ada pemeriksaan polisi trus laptop kita disita cuman gara2 OS.Betul nga? Notebook ini juga ada webcam 2mp buat orang narsis yg suka poto2 sendiri .hahahaha.
Buat Cewe ada yg warna Blossom Purple,trus buat cowo ada yg warna Street Black metalic,
nah buat yang suka warna putih seperti gambar diatas. Ya silahkan aja.... Aq yg kebetulan product manager di Esa genangku Computer Centre Manado juga kaget klo Laptop ini berdesain n motif bagus. tapi kekurangannya ada satu yaitu cukup berat. Kan nga ada yg sempurna,pasti semua ada kekuranggannya juga toh.
 

RavenClaw Official Profile † | Indonesia Tourism Info